Bisnis Hotel dan Ritel Paling Terpukul

Belanja daring akan jadi tren.

0

 

Wabah covid-19 menyebabkan semua sektor industri tergannggu, khususnya pariwisata

Belanja daring akan jadi tren. Itulah salah satu kesimpulan survei yang dilakukan oleh Savills atas bisnis properti di seluruh dunia. Kebijakan global yang di Indonesia diterjemahkan menjadi: ‘jaga jarak” dan “di rumah saja”, membuat dua bisnis tersebut yang paling terdampak. Bandara-bandara ditutup, penerbangan antar negara juga antar kota diminimalkan. Jangankan untuk perjalanan wisata, untuk tujuan bisnis ditiadakan. Savills menyebut, global travel is essentialy shut down.

Survei yang bertajuk Savills Global Market Sentiment Survey itu dilakukan di 12 negara Eropa dan 9 negara Asia, plus Timur Tengah serta AS dan Kanada. Negara-negara tersebut memang menjadi negara yang saat ini sedang berjibaku melawan wabah global covid19.

Delapan puluh empat persen dari seluruh negara yang disurvei menyatakan bahwa tingkat hunian hotel mengalami penurunan drastis. Hal ini karena dapat dikatakan tidak ada permintaan perjalanan baik dari luar negeri maupun dalam negeri dari hampir seluruh negara yang disurvei. Adapun untuk subsektor ritel, 82 persen negara yang disurvei menyatakan aktivitas bisnis tersebut adalah yang paling terdampak, mengalami penurunan paling tajam.

Sementara itu, transaksi di pasar perkantoran yang sebagai sektor real estat terbesar di dunia, ternyata hanya mengalami penurunan sedang. Hasil survei menunjukkan bahwa hanya di 45 persen negara yang menyatakan pasar subsektor tersebut alami guncangan. Ini diikuti dengan jumlah volume transaksi relatif tidak berubah.

Sebaliknya pasar logistik dan kesehatan (healthcare) adalah yang masih dalam kondisi “baik-baik saja”. Pasar logistik terutama masih mendapat permintaah, bahkan meningkat, dari peritel makanan. Adapun fasilitas atau ruang yang terkait dengan kesehatan adalah yang paling dicari saat ini.

Secara umum, aktivitas transaksi real estat di dunia alami penurunan hingga 62 persen. Baik pembeli maupun penjual mengambil sikap menahan diri, untuk menunggu kondisi pasar yang lebih jelas. Namun, hingga Maret 2020, 67 persen negara yang disurvei masih menyatakan kalau guncangan ini masih terhitung moderate, dan hanya 29 persen yang sudah menyatakan terdampak parah.

Savils memproyeksi kalau nilai dan tarif sewa akan terus menurun. Tak hanya itu pasar juga akan menghadapi tantangan baru, yakni akan ada tren baru sebagai respon atas pandemik ini. Antara lain, pola belanja daring dan pola bekerja yang tidak lagi di gedung kantor. Walau demikian, perlu waktu lama untuk tren baru tersebut mempengaruhi pasar. *AY

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

website free tracking