JKT Living Star Lakukan Groundbreaking

0

BERITA PROPERTI – PT Sindeli Propertindo Abadi secara resmi memulai tahapan pembangunan proyek JKT Living Star. Wujud komitmen tersebut ditandai dengan menggelar acara groundbreaking pada Jumat (16/03). CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei mengatakan, seremoni groundbreaking merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab perusahaan untuk segera membangun JKT Living Star.

”Sebagai pengembang, kami totalitas dalam memenuhi janji dan komitmen kepada konsumen. Bentuk tanggung jawab tersebut salah satunya dengan segera memulai pembangunan dengan ditandai prosesi groundbreaking proyek JKT Living Star pada hari ini,” imbuh Wu Wei.

Lebih lanjut Wu Wei mengatakan, secara lokasi, proyek JKT Living Star memiliki posisi yang sangat strategis karena terletak di bagian selatan Jakarta Timur dan dikelilingi oleh empat ruas jalan utama, yaitu Tol Lingkar Luar (JORR), Tol Cijago, Tol Jagorawi, dan Jalan Raya Bogor.

”Yang paling utama, infrastruktur dan jaringan transportasi di daerah ini sudah lengkap, sehingga sangat memudahkan aktivitas sehari-hari para penghuni nantinya. Dengan kata lain, JKT Living Star berlokasi di zona emas Pasar Rebo dan dikelilingi jaringan transportasi yang lengkap, sehingga semua aktivitas kehidupan urban tersedia dalam radius kurang dari 30 menit,” jelas Wu Wei

Proyek JKT Living Star dikembangkan di atas total lahan seluas 4,8 hektar, proyek dengan total investasi sebesar US$ 150 juta tersebut nantinya akan terdiri dari 6 tower apartemen setinggi 28 lantai yang merangkum 3,648 unit apartemen, distrik komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Masing-masing tower menawarkan 3 tipe kamar, mulai dari studio, 2 Bed Room A dan 2 Bed Room B. Sementara harga yang ditawarkan berkisar mulai dari Rp260 juta. Saat diperkenalkan pada awal tahun 2017 lalu lebih dari 30% dari total unit telah terjual, sementara dalam kondisi aktual, lebih dari 90% dari total unit yang ada di Tower A telah terjual

Sementara itu, Direktur PT Sindeli Propertindo Abadi, Huang De Xin menjelaskan, proyek apartemen yang menyasar generasi milenial dan masyarakat kelas menengah ini mengusung konsep Green Environment yang mengedepankan keharmonisan antara manusia dan alam. Konsep hijau tersebut dibuktikan dengan mengalokasikan lahan sebesar 65% untuk kawasan hijau atau seluas 3,5 ha, 5 taman besar serta 1 taman riverfront yang membuat penghuni merasakan tinggal dengan suasana yang dikelilingi taman.

Nantinya, semua fasilitas kehidupan urban dipadukan secara organik dengan 4 Zona di sekitar kawasan hunian, yaitu Art Commercial Pedestrian StreetLiving SpaceEco-Park, dan Breathing Apartment. Keempat zona ini nantinya menghadirkan hunian ramah lingkungan, pusat perbelanjaan modern, pusat kuliner, hiburan, rekreasi, olahraga, seni budaya, sosialisasi, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

website free tracking