Universitas Pancasila Jakarta Bangun 6 Rumah Ibadah

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
radardepok

Wakil Presiden Republik Indonesia,  Ma’ruf Amin, meresmikan berdirinya enam rumah ibadah dan enam agama yang ada di negeri ini, di Kampus Universitas Pancasila, Jakarta, Rabu (5/1). Turut serta menyaksikan prosesi peresmian tersebut Yaqut Cholil Qoumas-Menteri Agama Republik Indonesia, Anies Rasyid Baswedan-Gubernur DKI Jakarta, serta sejumlah Duta Besar dari negara-negara sahabat.

Ma’ruf Amin berpesan agar pembangunan 6 rumah beragama yang berdekatan ini, bukan hanya simbol, tapi juga menjadi koordinasi lintas agama dan mempererat persatuan bangsa. “Pembangunan rumah ibadah secara berdampingan, saya harap tidak hanya jadi simbol toleransi, juga menegaskan koordinasi dan kerjasama lintas agama sebagai upaya perekat persatuan bangsa,” kata Wapres.

Sebagai inisiator pendirian 6 rumah ibadah ini adalah Siswono Yudo Husodo, selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPP UP). Hal ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa sebagai Universitas yang menyandang nama besar Pancasila, maka sudah selayaknya sivitas akademikanya berkomitmen menjaga Pancasila. Juga menjaga bangsanya, termasuk keberagamannya baik adat istiadat, budaya, bahasa dan agama. “Harmonisasi interaksi dan komunikasi antar umat beragama akan menghilangkan konflik antar kelompok mahasiswa yang kerap muncul di satu perguruan tinggi,” demikian kata Siswono.

Rektor Universitas Pancasila, Edie Toet Hendratno, menyatakan dalam kata sambutannya, “Bangsa ini telah meletakkan Pancasila sebagai weltanschauung (pandangan dunia/worldview) atau philosofische grondslag (dasar filsafat negara). Bangsa ini juga secara konsensus telah meletakan Pancasila sebagai dasar negara, merupakan pondasi “ada” -nya” Negara Indonesia.”

Rumah ibadah itu dibangun secara berdampingan di atas lahan seluas 1.132 m2, dengan total luas bangunan 1.223 m2. Pembangunan dilakukan secara estafet selama satu tahun dengan menelan anggaran kurang lebih Rp15,5 miliar. Enam rumah ibadah tersebut akan menjadi simbol “Rumah Keberagaman”, tempat dimana seluruh sivitas akademika dan masyarakat sekitar dapat membangun relasi keimanannya, baik yang beragama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu. Rumah ibadah tersebut terdiri dari, Masjid AT-TAQWA Universitas Pancasila, Gereja Protestan Grha Layanan Kristen Universitas Pancasila, Gereja Katolik Santro Petrus Universitas Pancasila, Vihara Dhamma Sasana Universitas Pancasila, Pura Widya Santika Universitas Pancasila dan Kelenteng Kebajikan Agung Universitas Pancasila.

detik.com

Pembangunan enam rumah ibadah tersebut dilakukan secara gotong royong, baik oleh internal yayasan, kampus, alumni dan relasi kampus ini. Salah satu pendukungnya adalah PT Arwana Citramulia Tbk (Arwana), produsen ubin keramik yang sudah dikenal baik oleh publik karena produknya yang berkualitas dan berharga terjangkau.

Rampung lebih dulu, Masjid At-Taqwa sudah diresmikan sejak 2018, berikutnya Kelenteng “Kebajikan Agung” pada Oktober 2021. Menyusul kemudian, Vihara Dhamma Sasana, Gereja Protestan Grha Layanan Kristen, Pura Widya Santika, lalu Gereja Katolik Santo Petrus, yang semuanya berlangsung pada bulan Desember 2021. Masjid At-Taqwa semula adalah masjid sumbangan dari Yayasan Amal Bakti Pancasila, yang dibangun pada tahun 1991.

Universitas Pancasila berharap adanya rumah-rumah ibadah ini relasi dalam bingkai kebersamaan dan suasana akademis yang sehat akan menguatkan semangat keberagaman, sekaligus menumbuhkan hubungan yang makin erat. Pun pemahaman makna bersama akan perlunya hidup berdampingan dalam satu kampus yang damai.

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Terpopuler